Pengelolaan Model Evaluasi Pembelajaran

Pengelolaan Model Evaluasi
Ragam evaluasi dalam bentuk penilaian kelas menurut Madjid meliputi beberapa hal diantaranya:
a) Tes tertulis, yaitu merupakan tes dalam bentuk tulisan. Berfungsi untuk penilaian formatif di kelas (formatif classroom assessment) dan sumatif (sumative classroom assessmen).
b) Penilaian kinerja, yaitu penilaian berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk mendemonstrasikan pemahaman dan mengaplikasikan pengetahuan yang mendalam.
c) Penilaian portofolio, yaitu merupakan kumpulan atas berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian.
d) Penilaian proyek, adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hinggapenyajian data.
e) Penilaian hasil kerja (product assessment), merupakan penilaian terhadap keterampilan siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk tersebut. Terdapat dua tahapan penilaian, yaitu: pertama, penilaian tentang pemilihan dan cara penggunaan alat serta prosedur kerja siswa. Kedua, penilaian tentang kualitas teknis maupun estetik hasil karya/kerja siswa.
f) Penilaian sikap. Manusia mempunyai sifat bawaan misalnya: kecerdasan, temperamen, dan sebagainya. Faktor-faktor ini memberi pengaruh terhadap pembentukan sikap warisan, yang terbentuk dengan kuat dari keluarga. Menurut Klausmeir (1985), ada tiga model belajar dalam rangka pembentukan sikap. Yaitu: pertama, mengamati dan meniru; kedua, menerima penguatan, peringatan dapat berupa ganjaran (penguatan positif) dan penguatan hukuman (penguatan negatif).
g) Penilaian diri (self assessment) adalah penilaian yang dilakukan sendiri oleh guru atau siswa yang bersangkutan untuk kepentingan pengelolaan kegiatan belajar mengajar di tingkat kelas.
h) Peta perkembangan hasil belajar merupakan laporan hasil belajar yang dibuat dalam bentuk garis kontinum (grafik perkembangan) yang memuat deskripsi dan uraian perkembangan kemampuan atau kompetensi hasil belajar siswa dinamakan peta perkembangan hasil belajar. Dari peta tersebut dapat dipahami perkembangan kemajuan belajar siswa bersifat multi dimensional, yaitu kemajuan belajar siswa dalam semua bidang studi secara simultan.
i) Analisis instrumen. Suatu instumen hendaknya dianalisis sebelum digunakan. Ada dua model analisis yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan oleh teman sejawat dalam rumpun keahlian yang sama. Tujuannya adalah untuk menilai materi, konstruksi, dan apakah pembahasan yang digunakan sudah memenuhi pedoman dan bisa dipahami oleh siswa.

Pengelolaan berbagai komponen pendidikan tersebut mutlak diperlukan untuk efktivitas pembelajaran, khususnya Pendidikan Agama yang dalam praktiknya masih dihadapkan pada berbagai persoalan seperti beragamnya pemahaman siswa tentang agama, penguasaan guru terhadap materi pelajaran yang masih beragam, penerapan model evaluasi yang perlu disempurnakan sampai pada persoalan immage siswa bahwa pelajaran agama terkesan sangat membosaankan.

Penataan siswa, peningkatan mutu guru agama, penerapan model evaluasi yang sesuai dan pengembangan motode pembelajaran yang inovatif untuk mata pelajaran Agama dilakukan dalam rangka mengatasi berbagai persoalan tersebut. Tujuannya tidak lain agar pembelajaran agama berlangsung secara efektif sehingga tujuan akhir pendidikan yaitu terciptanya pribadi yang beriman, berbudi pekerti luhur yang dibekali dengan kemampuan profesional dapat tercapai.

This entry was posted in Evaluasi Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink.