Landasan Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran

Istilah media pembelajaran merupakan suatu istilah yang berasal dari kata media dan pembelajaran. Kata media merupakan bentuk jamak medium, yang berasal dari bahasa latin medius (tengah). Kata medium dalam bahasa Indonesia berarti antara (Latuberu, 1988). Kemudian istilah media digunakan suatu nama bagi semua bentuk dan saluran yang digunakan suatu nama bagi semua bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi atau pengantar informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan (AECT, 1977 ).

Dengan demikian, media merupakan segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam proses penyajian informasi, film, radio, rekaman, foto audio visual, barang cetakan, dan sebagainya adalah media komunikasi dalam rangka penyampaian pesan. Semua media komunikasi dianggap sebagai media pembelajaran atau pendidikan, jika ia dipakai untuk membawa informasi atau pesan untuk maksud pembelajaran atau pendidikan (Heinick, et. all. 1985).

Menurut Ibrahim et.all. (2000), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan pebelajar dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Degeng (1989) memandang media pembelajaran sebagai komponen strategi penyampaian pesan yang akan disampaikan kepada pebelajar, apakah itu berupa orang, alat atau bahan.

Dengan memperhatikan pendapat para pakar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk dan saluran yang dapat dipakai untuk menyajikan informasi atau pesan pembelajar dari pembelajaran sebagai sumber pesan kepada pembelajar sebagai penerima pesan, dengan harapan pebelajar lebih aktif dan lebih termotifasi untuk belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Media pembelajaran dalam mengartikan ini dapat berupa orang, alat, atau bahan.

Landasan Teoritis dan Praktis Penggunaan Media Pembelajaran
Secara teoritis, bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Dengan kata lain. Proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Secara praktis media pembelajaran, baik hasil teknologi lama, baru ataupun hasil karya sederhana, bukan berarti menjadikan pembelajaran menjadi proses yang kurang manusiawi (dehumanisasi) ataupun menggusur peran pembelajar. Namun sebaliknya kehadiran media tersebut sangat positif, asalkan pembelajar tetap menggunakan pendekatan humanisme dalam pembelajarannya, dan dapat mengambil manfaat dari media tersebut.

Berdasarkan landasan psikologis, belajar adalah proses yang kompleks dan unik kompleks karena proses pembelajarannya mengikutsertakan seluruh aspek kepribadian, jasmani maupun rohani. Unik artinya setiap pembelajaran memiliki cara belajarnya sendiri yang berbeda dengan pebelajaran lain. Sebagai akibat perbedaan individual, seperti minat, bakat, kemampuan, kecerdasan, serta tipe belajar.

Secara teknologis, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya bidang teknologi dan elektronika, menyebabkan memboomingnya berbagai sumber belajar dan media pembelajaran, semisal foto, slide, film, video, komputer, tape recorder, buku teks, bahan ajar, dan lain-lainnya. Semua jenis hasil teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan proses pembelajaran.

This entry was posted in Media Pembelajaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s